Liburan tahun lalu, aku sangat bosan. Sangat-sangat bosan! Tau nggak kenapa? Itu karena aku nggak kemana mana! Dirumaaaahhh aja... aku cuma nungguin ibuku melahirkan adik baruku. Ya, ibuku sedang hamil. bulan ini memasukki ke 9 bulannya.
Aku yang biasa dipanggil Shafi, hanya dirumah. paling tidak, aku jalan-jalan ke kedai es krim milik tante Riri, adik ibuku. Tante Riri seorang pengusaha , juga seorang psikolog.
***
"Bu, Shafi bosen..." keluhku pada ibuku yang sedang menonton TV.
Ibu mengusap lembut rambutku. "Lihat saja kejutan yang akan ibu berikan padamu nanti!" balas ibu sambil tersenyum misterius. Ah, aku jadi penasaran!
"Kejutan apa tuh bu? kok kayaknya secret banget?" tanyaku.
"Hehehe... Lihat saja nanti, ya sayang!" balas ibu sambil mengelus perutnya.
Aku terdiam...
Aku terdiam...
***
Makin hari, tingkah keluargaku makin misterius. Ahhh... ini membingungkan!!!
"Tante!" panggilku pada tante Riri yang sedang duduk di saung es krim.
"Ehh ponakan tante dateng, nih! Mau bicara apa, sayang?" tanya tante Riri lembut.
"Te, kenapa sih, sikap semua keluarga aneh padaku?" tanyaku heran.
"Te, kenapa sih, sikap semua keluarga aneh padaku?" tanyaku heran.
Tante Riri tersenyum lalu menggeleng sambil mengangkat kedua bahunya. Tuuhh kann :( Tante Riri juga jadi aneh padaku!!!:(
***
Seminggu pun berlalu...
"Shafi! Bangun!" panggil ayah sambil menggoncangkan tubuhku. Ahhh... Masa hari libur dibangunin sihh><
"Ayo nak! Kita mau pergi!" ulang ayah. Aku membuka mata.
"Benarkah?" tanyaku memastikan. Ayah mengangguk.
"Benarkah?" tanyaku memastikan. Ayah mengangguk.
Lalu, aku bergegas mandi dan memakai baju. Lalu, aku pergi bersama ayah dan ibu. Oya teman, aku ini anak tunggal...
Tak lama kemudian...
"Ayah, kok kita ke rumah sakit?" tanyaku heran. Ayah tersenyum lembut.
"Shaf, ibumu mau melahirkan. berdoa yuk, biar adik dan ibumu selamat.." kata ayah lembut.
Hatiku serasa melecos kegirangan.
Ibu dibawa keruangan. aku dan ayah menunggu diluar. Ahhh... semoga saja, adikku perempuan... Amiiinnn.....
***
"Dengan tuan Wadi?" tanya seorang suster. Ayah mengangguk.
"Pak, nyonya Livia sudah berhasil melahirkan dua orang bayi kembar. satu laki-laki dan satu perempuan. Silakan masuk!" kata sang suster mempersilakan aku dan ayah masuk.
"Pak, nyonya Livia sudah berhasil melahirkan dua orang bayi kembar. satu laki-laki dan satu perempuan. Silakan masuk!" kata sang suster mempersilakan aku dan ayah masuk.
"Nah, ini kejutan untukmu!" sambut ibu ketika aku sudah sampai di kamar melahirkan ibuku.
"Ini adiknya. Dikasih nama siapa ya..." gumam ibu.
"Ini adiknya. Dikasih nama siapa ya..." gumam ibu.
Ayah membalikkan badannya ke arah ibu.
"namanya Alissa Shafiya Putri aja!" usulku sambil menunjukkan adik perempuanku. "Dipanggilnya Lisa. Kalo yang ini namanya Alida Sonia Putra aja! Dipanggilnya Putera," usulku sambul kembali menunjuk adik laki-lakiku.
"namanya Alissa Shafiya Putri aja!" usulku sambil menunjukkan adik perempuanku. "Dipanggilnya Lisa. Kalo yang ini namanya Alida Sonia Putra aja! Dipanggilnya Putera," usulku sambul kembali menunjuk adik laki-lakiku.
Ayah dan ibu berpandangan sejenak. "OKE!!!" balas ayah dan ibu serempak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar