Senin, 30 Desember 2013

Putri #2

Lanjutan Cerita kemarin:
Akhirnya, aku dan putri menjadi sahabat.Putri sangat baik.. baiiikkk sekali.ia juga ramah dan cukup pintar. sayangnya, dia pemalu.
Semua guru tidak tahu bahwa triple S selalu bersifat jahat pada Putri. aku berusaha melindungi Putri.
Suatu Hari...
"Hei Sa!" seru Sefa.
"Apa?" balasku ketus.
"Ikut yuk!" kata Sheffy.
Akhirnya aku sampai di sebuah tempat.
 
Lanjutan Cerita Hari Ini:
"Ayo ikut aja!" paksa Senia. Aku ditarik triple S ke sebuah tempat.
"Salsa, Aku mau kasih kamu uang seratus ribu. Tapi ada syaratnya," kata Sheffy
"Syaratnya... Kamu harus jauhin..." seru Senia yang kupotong ucapannya.
"PUTRI!" lanjut Senia dan Sefa.
"KENAPA SIH KALIAN GITU! EMANG APA SALAH PUTRI!?" teriakku berang.
"Salah Putri? gak ada kok!" ujar Sheffy.
Akhirnya, aku kesal Dan aku berlari pulang.
***
Keesokkan harinya...
"Putri Jelek...Putri Jelek..." ledek Sheffy dan teman-teman sekelasku.
"Salsa Aneh...Salsa Aneh..." kini mereka bergantian meledekku.
Putri hanya diam dan pura-pura tidak mendengarnya.
Ketika istirahat...
"IH! ORANG MISKIN MAKAN BURGER!" Ledek Senia. Tanpa mereka sadari, bu Shesa mendengarnya.
"Sheffy, Senia dan Sefa, ikut ibu ke ruang guru!" bentak bu Shasa galak. Triple S terpaksa mengikuti dari belakang dengan wajah tertunduk.
***
Pada esok harinya, Triple S tidak masuk sekolah. besoknya pun sama. kejadian itu terulang tujuh hari berturut turut. akhirnya, aku mulai mengetahui bahwa triple s menjalani hukuman skors. 
Pada hari minggu, aku ditelpon Sheffy. Sheffy bilang, ia ingin minta maaf padaku dan putri. berama-ramai, kami kerumah putri dan kami meminta maaf.
Nah teman, kusarankan, kalian jangan melihat seseorang dari luarnya. lebih baik dari dalamnya. Sekian dulu ya cerbung karyaku! lain kali,aku akan mengepost cerbung baru! Oke? Bye!

Minggu, 29 Desember 2013

Putri #1

"Ayah, bunda, Salsa berangkat, ya!" pamitku pada ayah dan bunda yang sedang siap-siap.
"iya, hati-hati ya , putri bunda yang cantik," pesan bunda sambil mencium pipiku.
Namaku Salsabilla Aisyah Shoffya Larashattie. cukup dipanggil Salsa.
***
Di sekolah, aku duduk dibangkuku.di kelasku, murid-murid ada yang duduk sendiri dan ada juga yang berdua. aku sendiri duduk sendiri. ya,, lebih enak aja! biar bisa lebih konsentrasi. Jujur saja, Sejak duduk sendiri, nilai-nilaiku semakin meningkat. aku yang biasanya rangking 3, sekarang naik jadi rangking satu! yippii!! senang sekali, deh rasanya! ^v^
Back to topic, kulihat teman-temanku sedang berbincang-bincang, tampaknya seru sekali. kucoba menghampiri Dian dan Nisa.
"Hai Dian! hai Nisa!" sapaku pada Dian dan Nisa
"Hai Salsa!" balas Dian dan Nisa.
"Kalian ngobrolin apa sihh? kok  kayaknya seru," kataku.
Dian dan Nisa menjawab serempak."ADA MURID BARU DIKELAS KITA LOH!!!" 
Aku tersenyum kecut. "aduh,telingaku penging-_-" kataku sambil memegangi telingaku. Dian dan Nisa tertawa.
***
 Tak lama kemudian,bu Shesa, walikelasku masuk.beliau diikuti seorang gadis berambut panjang dan tinggi."mungkin itu murid barunya," gumam Keffa, teman yang duduk di depanku.
"Ihh jelek,ewhh..." Gerutu Sheffy pelan, teman tersombong dikelasku.
"Ihh yaa bener kamuu ! tuh anak tinggalnya dimana sihh? iih jeleekk! beda sama aku yang cantik!" timpal Senia, teman satu ganknya.
"Aduuhh booo, cappee deh, kukira murid barunya cantik kayak kita! taunya jelek kayak sampah! ewwhh!" lanjut Sefa,teman se ganknya juga.
Aku hanya terdiam mendengar gumaman pelan teman temanku. 
"oke, Putri boleh duduk di sebelah Salsa," kata bu Shesa. aku mengangkat tangan. Akhirnya, putri pun duduk di sebelahku.
***
Ketika istirahat...
"GUYS! JANGAN MAU TEMENAN SAMA PUTRI DAN SALSA YAAA!!!" Seru  Senia dan Sefa. "IYA TUH! JANGAN MAU! SI PUTRI TUH JELEK! KALO SALSA... APA YA..." kata  Sheffy bingung sambil mencari kata-kata.
"HUUUU!!!" Seru semua teman sekelasku sambil menyoraki triple S, gank Sheffy CS.
"GINI DEH! YANG GAK TEMENAN SAMA SALSA DAN PUTRI, NANTI KUKASIH UANG SEPULUH RIBU SATU ANAK!" Seru Sheffy. maklumlah, Sheffy anak orang kaya. 
Teman-temanku tergiur. akhirnya,mereka menjauhiku dan Putri.
***
Akhirnya, aku dan putri menjadi sahabat.Putri sangat baik.. baiiikkk sekali.ia juga ramah dan cukup pintar. sayangnya, dia pemalu.
Semua guru tidak tahu bahwa triple S selalu bersifat jahat pada Putri. aku berusaha melindungi Putri.
Suatu Hari...
"Hei Sa!" seru Sefa.
"Apa?" balasku ketus.
"Ikut yuk!" kata Sheffy.
Akhirnya aku sampai di sebuah tempat.
Hayoooo... tempat apa yaa? Lihat aja kelanjutan cerbungnya! Seru lhoo!! :D

Kamis, 26 Desember 2013

Bahasa Arab

"Mamaaa!!!" seru Amelia ketika pulang sekolah.
"Iya? ada apa mel?" tanya mama yang sedang membaca buku.
"Ma.. nilai ulangan Amel dapat... eenn...ennnaa...enam..." kata Amel terbata-bata.
Mama hanya menunduk sedih.
***
Mama memang sudah menduga bahwa Amelia kurang dalam pelajaran bahasa Arab. ckck.. Amel... ameel...
"siapa aja yang dapet nilai jelek selain amel?" tanya mama lembut.
"cuma Amel ma..." balas Amel gugup.
"YA AMPUN AMEL!!!" Bentak mama. Wajarlah yaa... kalo mama membentak Amel. Karna mama sangatt kesal. Tapi , kan kalau mama marah bukan berarti benci. tapi karna mama sayang pada kita! ya kan?
"Ma...maaf ma... Amell.. nggak ngerti bahasa a..arab..." ujar Amel gugup.
Mama terdiam.
***
Beberapa hari kemudian...
"Ma, itu siapa?" tanya Amel sambil menunjuk sebuah truk yang mengangkut barang-barang rumah.
"Entahlah... mungkin tetangga baru.." jawab mama sekenanya. Amel hanya mengangguk.
"Semoga teman barunya bisa jadi teman Amel ya, sayang!" harap mama sambil mencium pipi putri tunggalnya. Amel mengangguk senang.
***
Harapan mama terkabul. Pada suatu sore...
"Mel, bangun! ada tetangga baru ! dia mau ketemu kamu..." bisik mama lembut di telinga Amel yang sedang tidur. 
"Eeehhh iiiyyaa ma! Amel bangun," kata Amel. ia langsung mencuci muka dan keluar kamar.
"Nah, ini dia!" kata seorang perempuan berambut panjang sambil mengelus pipi Amel.
"Perkenalkan, nama saya Safa. ini putri saya. namanya Sifa. Semoga kalian bisa jadi teman, ya!" harap tante Safa. Amelia melonjak kegirangan.
"Tentu! Oya Sif, namaku Amel," kata Amel memperkenalkan dirinya. Sifa menerima uluran tangan Amel. "Ih, tangannya kasar!" batin Amel dalam hati. 
Setelah perkenalan, tante Safa dan Sifa segera pulang.
 ***
Hari berikutnya, Amel main ke rumah Sifa.
"Assallamuallaikum!" panggil Amel dari luar rumah.
"Waallaikumsalam ya Amel! Ahlan Wa Sahlan! (waallaikumsalam. selamat datang)" balas Sifa girang.
"Hah? Ohh yah... Mmm.. Yaa..." kata Amel kebingungan.
"Tafadhol Juluus ya Amel! (silakan duduk)" balas Sifa sambil menunjuk sofa yang berada di ruang tamu.
"M... Ya.. Oh.. makasih," balas Amel. ia pun duduk di sofa itu.
***
"Umi!" panggil Sifa. Tante Safa segera datang. "Limadza, ya Sifa? (ada apa sifa?)" tanya tante Safa. "eh ada Amel! Maaf ya, Safa belum bisa bahasa indonesia. kami pindahan dari arab" jelas tante Safa. 
"Wah, kebetulan! Putri saya memang sedikit kurang dalam pelajaran bahasa Arab, Saf! Boleh nggak, putrimu ajarin putriku belajar bahasa arab?" kata mama yang tiba-tiba ada di dekat tante Safa.
"Oke!" balas tante Safa. 
 ***
Sejak saat itu, Amelia selalu belajar bahasa arab bersama tante Safa dan Sifa. Hingga suatu saat...
"Ma, ulangan bahasa arabku dapat nilai sepuluh!" seru Amel kegirangan ketika sampai dirumah.
"Haa? Keren! ya sudah, kamu tunjukkan pada tante Safa, ya!" kata mama tak percaya. saking tidak percayanya, mama mengacak rambut Amel. wkwkw -_-
Akhirnya, Amel pun jadi Pintar dalam pelajaran bahasa Arab...

.

Rabu, 25 Desember 2013

Thanks For Reading This Post

Information...
untuk para Readers yang udah baca ceritaku, gimana... seru gak? Bagus gx? Up to u !!!
Nahh jadi gini...
Semua cerpen yang ada disini, Linda buat sendiri. Sumpahh dehh!!! Tanpa Copas, Tanpa Liat milik orang... Begitu ada ide, Langsung linda tuangkan di blog ini...
Kamu ga percaya? Gapapa kok :) yang penting, Linda nggak copas/Liat punya orang..
And Then, Linda udah jujur sm kamu semua :D
Sudah yaa...!!!
Byeee!!!

New Sisters

Namaku Aliyya Shoffia Putri. Aku punya cerita. Mau lihat kann? Yuk, kebawah!
Liburan tahun lalu, aku sangat bosan. Sangat-sangat bosan! Tau nggak kenapa? Itu karena aku nggak kemana mana! Dirumaaaahhh aja... aku cuma nungguin ibuku melahirkan adik baruku. Ya, ibuku sedang hamil. bulan ini memasukki ke 9 bulannya.
Aku yang biasa dipanggil Shafi, hanya dirumah. paling tidak, aku jalan-jalan ke kedai es krim milik tante Riri, adik ibuku. Tante Riri seorang pengusaha , juga seorang psikolog.
***
"Bu, Shafi bosen..." keluhku pada ibuku yang sedang menonton TV. 
Ibu mengusap lembut rambutku. "Lihat saja kejutan yang akan ibu berikan padamu nanti!" balas ibu sambil tersenyum misterius. Ah, aku jadi penasaran!
"Kejutan apa tuh bu? kok kayaknya secret banget?" tanyaku.
"Hehehe... Lihat saja nanti, ya sayang!" balas ibu sambil mengelus perutnya.
Aku terdiam...
***
Makin hari, tingkah keluargaku makin misterius. Ahhh... ini membingungkan!!! 
"Tante!" panggilku pada tante Riri yang sedang duduk di saung es krim.
"Ehh ponakan tante dateng, nih! Mau bicara apa, sayang?" tanya tante Riri lembut.
"Te, kenapa sih, sikap semua keluarga aneh padaku?" tanyaku heran.
Tante Riri tersenyum lalu menggeleng sambil mengangkat kedua bahunya. Tuuhh kann :( Tante Riri juga jadi aneh padaku!!!:(

***
Seminggu pun berlalu...
"Shafi! Bangun!" panggil ayah sambil menggoncangkan tubuhku. Ahhh... Masa hari libur dibangunin sihh><
"Ayo nak! Kita mau pergi!" ulang ayah. Aku membuka mata.
"Benarkah?" tanyaku memastikan. Ayah mengangguk. 
Lalu, aku bergegas mandi dan memakai baju. Lalu, aku pergi bersama ayah dan ibu. Oya teman, aku ini anak tunggal...
Tak lama kemudian...
"Ayah, kok kita ke rumah sakit?" tanyaku heran. Ayah tersenyum lembut.
"Shaf, ibumu mau melahirkan. berdoa yuk, biar adik dan ibumu selamat.." kata ayah lembut. 
Hatiku serasa melecos kegirangan.
Ibu dibawa keruangan. aku dan ayah menunggu diluar. Ahhh... semoga saja, adikku perempuan... Amiiinnn.....
 ***
"Dengan tuan Wadi?" tanya seorang suster. Ayah mengangguk.
"Pak, nyonya Livia sudah berhasil melahirkan dua orang bayi kembar. satu laki-laki dan satu perempuan. Silakan masuk!" kata sang suster mempersilakan aku dan ayah masuk. 
"Nah, ini kejutan untukmu!" sambut ibu ketika aku sudah sampai di kamar melahirkan ibuku.
"Ini adiknya. Dikasih nama siapa ya..." gumam ibu. 
Ayah membalikkan badannya ke arah ibu.
"namanya Alissa Shafiya Putri aja!" usulku sambil menunjukkan adik perempuanku. "Dipanggilnya Lisa. Kalo yang ini namanya Alida Sonia Putra aja! Dipanggilnya Putera," usulku sambul kembali menunjuk adik laki-lakiku.
Ayah dan ibu berpandangan sejenak. "OKE!!!" balas ayah dan ibu serempak.

Selasa, 24 Desember 2013

CERSUPEN = Jangan tinggalkan sahabtmu

"Morning Alya!" sapaku pada Alya, sahabatku. Alya tersenyum membalas sapaanku.
"Morning Too!!!" balas Alya sambil tersenyum.
Setelah itu, kamipun masuk kelas bersama-sama
Di kelas, Alya duduk dibangkunya. sedangkan aku duduk dibangkuku. Hmm... Cuaca yang sangat dingin.

Beberapa Hari kemudian...
"Dean!" panggil Alya sambil tersenyum. hatiku kesal. beberapa hari ini, Alya selalu bersama Dean. aku terlupakan:( Hiks....
Dean menghampiri Alya sambil menggandeng erat tangannya. tak terasa, air mataku mengalir. Jika aku melihat Dean dan Alya, rasanya aku ingin menangis. Alya sangat baik kepadaku. Namun sekarang, mengapa ia meninggalkanku? Alyaaa!!!

Maaf ya, Ini Sangat SUPEN. karna laptopnya akan dipakai. Nantikan terus cerita seru yang disajikan linda hanya di blog ini!

Sharing Gifts

Hello!!!
Nahh, di new labels ini, Linda mau kasih hadiah buat teman-teman semua!
Tapi kalo mau dapat hadiah, harus ada syaratnya! Kok bisa, sih? Ya iyalah! Caranya gampang lho! Look This Yaw :3
Untuk dapetin hadiah, kalian harus memenuhi persyaratan. Yaitu:
-Berusia 7-15 thn
-Kalian harus mengirimkan setidaknya satu cerita pendek untuk dimuat di label ini. Boleh juga cerita bilingual. Tetapi ingat ya, ceritanya harus Original dan buatan kalian. DILARANG COPAS/DLL
-Jika ada yang mau mengirim cerita bersambung, silakan saja. tetapi maksimal 20 part dan minimal 2 part.
-Cerita buatan kalian kirim ke twitterku. Jika ingin mengirim, mudah saja. Click disini

Untuk hadiah, sangat rahasia dan tidak ada yang mengetahuinya *cielah bahasanya*
Okelah Friends, Silakan kirim! Tunggu apalagi!!?

Hello!

Hi !!!
Kenalin, Nama saya Adellinda Maheswari. Saya berusia 12 tahun. Hari lahir saya tepat pada saat kemerdekaan berlangsung! Hihihi! Bagaimana bisa? karna itu adalah permintaan bunda saya pada sang bidan!=))
Nah, di blog yang satu ini, saya menyediakan story untuk para pembaca! Storiesnya karangan saya semua lho! Hobi saya memang menulis. Saya bercita cita menjadi penulis. Doakan saja ya! Insyaallah terwujud... Man Jadda Wa Jadda O:)
Nah, selain blog ini, saya masih memiliki dua blog lagi! pastinya blog yang tak kalah unyunya dong! *GR*
Visit yuk! Click saja link dibawah ini!
http://adellindaland.blogspot.com
http://adellindamaheswari.blogspot.com
Nahh.. Jadi, jangan lupa visit ya!
Sekian dari saya! Wassallamuallaikum!!!

Anak Kucing

"Arina!" panggil Marina, kakak kembarku. Aduh! Lagi-lagi panggilan itu! Aku bukannya malas. tetapi, setiap aku menyahuti panggilannya, ia akan berceloteh tentang kucingnya. Sebenarnya, aku tak keberatan. tetapi masalahnya, Marina selalu berceloteh panjang lebar. Huuhh!!!
***
"Arina! Sini!" Ulang Marina. kali ini, ia mengelilingi ruang tamu. mencariku! Ya, dia mencariku! Aduh! Aku harus sembunyi!
Aku berlari ke kamarku. ya, kamarku dan Marina memang dipisah. itu permintaan Marina karena dia harus tidur bersama Michey, kucing kesayangannya.
"Aduhh.. Dimana anak itu?" keluh Marina ketika aku sudah sampai di kamar. Haahh!! Lega sekali! Di kamar, aku mengunci pintu, lalu bergegas mengambil kertas dan pensil.Aku akan menulis surat palsu untuknya!
***
"Dear Marina...
Jaga rumah baik-baik ya! Aku harus pergi. karena, aku ada janji dengan temanku.
Maaf ya Rin, Arina harus meninggalkan Marina sendirian dirumah..
Kuharap kau tak keberatan!"
Aku memandang puas surat palsuku! Hahaha!!! Dengan begitu, kakakku tak akan berceloteh padaku! Haaahh, bebaslah aku! 
***
Aku mengintip dari jendela. Aman! Marina sedang dikamarnya. sepertinya ia sedang bermain dengan kucingnya. karena, ada suara "miauw" yang sangat nyaring. terdengar sampai kamarku.
Aku cepat cepat membuka pintu kamar. tentunya dengan pelan supaya tidak ketahuan. lalu, kuraih lem kertas yang terletak di rak koran milik ayahku. 
Pelan-pelan tapi pasti, kutempel surat palsuku didepan pintu kamar Marina. Ahh, sepertinya dia tidak menyadarinya. Baguslah!
Setelah menempel surat palsu, aku kembali ke kamarku. kukunci rapat pintu, dan kututup jendela rapt-rapat supaya terlihat bahwa aku sedang pergi. Haaa... Cerdik kan, ideku?
***
Lima belas menit setelah menempel surat palsu, aku menunggu reaksi. Nah! Baru bereaksi!
Marina keluar kamar sambil menggendong seekor anak kucing kecil berwarna putih. Eh? sejak kapan Marina hobi memelihara anak kucing? Astaga! Anak kucingnya lucu sekali! Dari dulu, aku ingin memelihara anak kucing. tapi, aku tidak diperbolehkan bunda. aku dan Marina hanya boleh memelihara Michey. Tapi lama kelamaan, aku bosan. Michey kuberikan pada Marina.
***
"Puuuss Puuss!! Aduuhh lucunya kamu! eh, ada surat!" seru Marina sambil membaca surat palsu dariku.
"Ohh jadi, Arina sedang pergi? Pantas kupanggil tadi dia tak ada!" kata Marina disusul tawanya.
"Sebenarnya, aku ingin memberikan anak kucing Michey pada Arina. tapi, Arina sedang pergi. yaaah... enggak jadi! Michey melahirkan tiga ekor anak dan sangat cute. Huhh.. untung saja diperbolehkan bunda!" kata Marina. ia berlalu dari kamarnya.
***
"APA!? MARINA MAU MEMBERIKAN ANAK KUCING PADAKU!?" seruku dalam hati. Aku merasa menyesal telah menghindari panggilannya. aku pun menyusun rencana lagi.
Akhirnya, aku memutuskan untuk memakai baju pergi. lalu, aku membuka pintu kamar. Ah, Marina dikamarnya! Baguslah!
Aku mengetuk pintu kamar Marina.
"Hai!" sapaku.
"Arina! Sudah pulang? kebetulan! Ini !" sapa Marina hangat sambil menyodorkan dua ekor anak kucing kecil untukku.
"Wah! makasih!" balasku. diam-diam, aku merasa bersalah telah menghindari panggilan kaka kembarku...
"Pas deh! aku punya dua kucing, kamu juga!" kata Marina riang.
"Mar, sebenernya..." Aku menceritakan ulahku tadi.
mendengar ceritaku, Marina tertawa renyah.. "aku memang tahu kamu hanya pura-pura.maafin aku ya. aku suka bawel tentang kucing. makanya, tadi aku ngomong kalo aku mau ngasih kamu anak kucing, itu cuma aktingku saja supaya kamu mau keluar kamar. Tapi jangan salah ya, ini anak kucing Michy lho!" Cerita Marina.
Tuh kan, ia berceloteh lagi? Tapi, kali ini aku tidak pernah kesal mendengarkan celotehannya karna aku pun memiliki kucing piaraan sekarang!!!